TV yang Tak Lagi Bersahabat dengan Ramadhan
Ramadhan di TV tahun ini begitu gersang, kering dan tak bersahabat
Acara-acara yang mencerdaskan akal, mematangkan nurani dan mengkritik sikap nihil menghilang. Tak lagi nampak hilir mudik pelakon televisi yang berbusana muslim.Tak ada lagi acara sahur yang menyejukkan hati macam Mereka masih saudara kita, Sahur Kita, Jalan Lain Kesana, ataupun hikayat pengembara
Tak ada lagi sinetron berbuka yang bermutu dan cerdas macam Jendela hati Bu Senyum, Demi Masa, PadaMu aku bersimpuh, dll. Semua sinetron isinya tentang penyiksaan, tentang kepasrahan menerima hinaan dan penindasan, pelaziman sinetron yang bersetting Ramadhan adalah tentang cobaan yang yang tak berkesudahan. lantas dimana keindahan Islam yang beraneka warna itu ? yang mencakup seluruh aspek kehidupan dan menjadi rahmat buat sekalian alam.
Memang, sinetron macam Lorong Waktu 6 masih ada. Tapi, waktu penayangannya hanya 1 kali seminggu, itupun diatas jam 9 yang bukan prime time. Juga untuk sinetron Kiamat sudah dekat 2.
Memang masih ada yang menayangkan tayangan bermutu, seperti Metro TV dengan Tafsir Al Misbah dan Ensiklopedia Islam, Global Tv dengan Taman Ramadhannya, La Tivi dengan Grebeg ustad dan Pildacil best of The best, TV 7 dengan khasanah ramadhannya. Tapi, ya cuma itu. Bandingkan dengan acara gosip yang jam tayangnya 5 kali sehari !!! Bahkan ceramah-ceramah ditayangkan diatas pukul 10 malam, yang pasti bukan jam nonton untuk anak2. So….?
Sedih…. karena kini TV memegang peranan penting dalam pembentukan karakter anak. Jika acara TV nya saja begitu tidak bersahabat dengan anak, mau jadi apa mereka nanti.
Acara menyambut sahur dan berbuka betul2 minim nilai Islam. Mulai dari pakaian sampai ke tema acara dan bahkan dialog tokoh-tokohnya yang kadang menyumpah serapah. Ah… sedih…
Ramadhan di TV tak lagi sesejuk dulu. Tak lagi bersahabat. Tak lagi bernurani seperti dulu….
October 4th, 2006 at 3:22 am
setujuh…
setujuh…
setujuh…
bangetz.
mudah2an kita gak ikut2an hampa di hati yaaa…